Dec 6, 2013

Perangkap Gender



Sutradara  : Muhammad Mundir
Durasi  : 08:20
Lokasi  : Kuala Lumpur, Malaysia

10 Desember 2013 | Ruang Seminar | 15.00 – 18.00 WIB

Sinopsis  :
Video ini menyoroti pengalaman seorang buruh migran perempuan Indonesia yang perlu bernegosiasi soal kekerasan seksual untuk bisa bertahan hidup di Malaysia. Para wanita sangat rentan terkena kekerasan seksual ketika mereka tak memiliki dokumen kerja. Kondisi ini sering dimanfaatkan oknum kepolisian Malaysia untuk melakukan eksploitasi buruh migran perempuan.
---
Synopsis : This video highlights the experience of a female migrant worker from Indonesia who needs to negotiate about the sexual abuse to survive in Malaysia. Women are very easy to be an object of sexual abuse when they do not have a legal working document. This circumstance is frequently used by the Malaysian police department to exploit those female migrant workers.




Terabai


Sutradara : Karmadi
Durasi  : 04:34
Lokasi  : Kuala Lumpur, Malaysia

10 Desember 2013 | Ruang Seminar | 15.00 – 18.00 WIB

Sinopsis  :
Ini adalah video animasi pada Program Pengesahan Pekerja Asing 6P di Malaysia. Dengan program ini pekerja asing akan dilegalkan atau terancam dideportasi tanpa hukuman. Akan tetapi sesungguhnya program tersebut membawa masalah baru, seperti kisah pekerja dalam video ini.
---
This is an animated video on the legalization of Foreign Worker Program 6P in Malaysia. By this program, the foreign worker will be legalized or deported without penalty. But the program is actually bringing a new problem, like the story of the worker in this video.

(Crosroads) Cupin Cerita, Ayam Pun Dengar


Sutradara : Muhammad Mundir
Durasi : 05:01
Lokasi : Kuala Lumpur, Malaysia

10 Desember 2013 | Ruang Seminar | 15.00 – 18.00 WIB

Sinopsis :
Ini adalah cerita Cupin, seorang buruh migran asal Indonesia yang bekerja di Malaysia. Ia telah ditipu perkara ijin kerjanya oleh agen tenaga kerja yang mengirimnya ke Malaysia. Kini dia hidup, bekerja dan tidur dalam ketakutan.
---


This is a story of Cupin, a migrant worker from Indonesia who works in Malaysia. She has been conned by the labor agency which sent her to Malaysia about her working permit. Now she has to live, work and sleep in fear.

Papua Calling




Sutradara : FX
Making,Yuliana Langowuyo
Durasi  : 05:24
Lokasi  : Jayapura

10 Desember 2013 | Ruang Seminar | 15.00 – 18.00 WIB

Sinopsis  :
Papua beralih seiring dengan semakin banyaknya pendatang, yang membawa beragam perubahan dalam kehidupan warga lokal. Diantaranya jumlah populasi penduduk beragama Islam yang terus meningkat dan memberi warna dalam keberagaman masyarakat Papua. 
Menjadi minoritas di tanah timur Indonesia,warga muslim di Papua beranggapan bahwa apa yang menjadi permasalahan di Papua adalah isu bersama.Ustadz Fadhal berharap agar tidak melihat permasalahan di Papua hanya milik warga Kristen. Isu yang dihadapi bukanlah persoalan agama melainkan soal kemanusiaan.
---
Ustad Adnan and Fadhal are part of a small minority of West Papuan Muslims. They argue that the problems in Papua don’t just affect the predominantly Christian population. “Don’t view the problems in Papua as Christian problems”, says Fadhal. “This is not a religious problem, this is a humanitarian problem”.

(Papuan Voices) Surat Cinta kepada sang Prada


Sutradara : Wenda Tokomonowir
Durasi  : 06:51
Lokasi  : Bupul,Merauke

10 Desember 2013 | Ruang Seminar | 15.00 – 18.00 WIB

Sinopsis  : 
Tahun 2008 menjadi momen penting bagi Maria Goretti (Eti). Ia bertemu tambatan hatinya, Syamsul seorang prajurit TNI yang bertugas di daerah tempat tinggalnya,di perbatasan RI dan Papua Nugini. Malang tak bisa ditolak,ketika eti tengah berbadan dua,Samsul harus kembali ke kampung halamannya.
Tiga tahun berlalu, hingga sang putri kecil tumbuh besar, Samsul tak ada kabar. Selama tiga tahun pula Eti harus hidup dengan cerca dan pandangan orang sekitar yang memandang sebelah mata padanya dan buah hatinya. Sepucuk surat ia layangkan pada pujaan hatinya, untuk kedua kalinya. Ia berharap kali ini samsul membaca suratnya. “Eti akan terus tunggu Kakak Samsul.Terserah orang mau bilang apa”.
---


A letter from a Papuan woman to an Indonesian soldier who was once based in her village on the Papua New Guinea-Indonesian border. Theirs was a controversial relationship but she begs him to return to meet their three-year-old daughter: “I will continue to wait for you, Samsul. I don’t care what people say”.

Rapat Tersesat



Sutradara : Flux Cup
Durasi : 03:14
Lokasi : Bandung

10 Desember 2013 | Ruang Seminar | 15.00 – 18.00 WIB

Sinopsis :
Remix suasana rapat PKI dalam film “Pengkhianatan G30S/PKI” karya Arifin C. Noer.
---
A remix of the meeting’s atmosphere of PKI (Indonesian communist party) from the film “Penghianatan G30S/PKI” by Arifin C. Noer.

Aku Anak Papua



Sutradara : Enrico Aditjondro
Durasi : 06:03
Lokasi : Papua

10 Desember 2013 | Ruang Seminar | 15.00 – 18.00 WIB

Sinopsis  :
Sekelompok ibu dan para pengajar di kota Sorong Papua Barat bersama-sama mendirikan Taman Kanak-kanak (TK) gratis. TK ini diberi nama Bunga Papua.
---
Synopsis : A group of mothers and teachers in Sorong, East Papua got together establishing a free-charge kindergarten school. This kindergarten was named Bunga Papua.
(Video Slam G 30S Remix).

(Papuan Voices 2) Amos Calling



Sutradara : FX Making
Durasi : 06:46
Lokasi : Papua

10 Desember 2013 | Ruang Seminar | 15.00 – 18.00 WIB

Sinopsis :
Amos Wainggai bersama 42 orang warga Papua menyeberang dengan perahu dari Merauke, Papua, menuju Australia untuk mencari suaka Politik di tahun 2006. Dia berusaha mencari keadilan di tanah airnya, dia kini (26/8/13) dalam perjalanan ke Papua Barat bersama kapal Freedom Flotilla yang berangkat dari pantai Australia.
Amos Calling
---
Synopsis : Amos Wainggai along with other 42 people from Papua were crossing from Merauke, Papua to Australia by boat to find a political refuge in 2006. He tries to find justice in his own country, now (26/8/13) he is coming home to East Papua with a boat named Freedom Flotilla which sailed from Australia’s coast.

Cerita Datuk Hanafiah


Sutradara : Aji
Durasi : 04:18
Lokasi : Balikpapan (Kalimantan Timur)



10 Desember 2013 | Ruang Seminar | 15.00 – 18.00 WIB

Sinopsis :
Seorang pelestari budaya, Datuk Hanafiah, hidup dan beraktivitas secara mandiri di Balikpapan, Kalimantan Timur. Tak secuilpun dibantu Negara walau berjuta klaim dan janji pengelontoran dana bagi pengembangan budaya di kota minyak ini. Toh, Datuk tetap bersemangat. Baginya keterbatasan bukan rintangan untuk terus menyebarkan kehalusan dan cita rasa peradaban yang luhur.
---
Synopsis : A preserver of culture, Datuk Hanafiah, lives and works independently in Balikpapan, East Borneo. No helps were given by the government even though millions of claims and promises to give funds for developing the culture in this “oil city”. But Datuk keeps working enthusiastically. According to him, this limitation is not an obstacle to keep spreading the fine civilization’s taste.

Penolakan Super Mall



Sutradara : Aldo & Mega
Durasi : 05:01
Lokasi : Balikpapan (Kalimantan Timur)

10 Desember 2013 | Ruang Seminar | 15.00 – 18.00 WIB

Sinopsis :
Sekelompok pemuda di Balikpapan, Kalimantan Timur berinisiatif menolak pembangunan super mall. Mereka menggelar aksi demo penolakan pembangunan mall tersebut, tapi seakan aksi mereka sia-sia saja. Padahal masyarakat di lingkungan sekitar mall, terganggu, mereka mengeluh limbah mall, dibuang sembarangan sehingga mengganggu aktifitas mereka. Kenyataannya pembangunan mall berlanjut. 
---


Synopsis : A group of young men in Balikpapan, East Borneo initiated a protest against the construction of a super mall. They were protesting against the construction of the mall, but it seemed that their protest was just a waste whereas the community from the neighborhood around the mall felt upset. They complained because the waste of the mall which was dumped carelessly disturbed their activities. But in reality, the construction of the mall continued.

(Bhineka Tinggal Duka) Seragam Yang Tak Melindungi Keberagaman



Sutradara : Rikky 
Durasi : 04:18
Lokasi : Jakarta

10 Desember 2013 | Ruang Seminar | 15.00 – 18.00 WIB

Sinopsis  :
Aksi anti kekerasan menolak FPI bersamaan dengan Hari Kasih Sayang (Valentine Day) di Bundaran Hotel Indonesia pada 14 Februari 2012, berakhir dengan penyerangan FPI terhadap massa aksi. Aksi kekerasan FPI seakan dibiarkan oleh pihak keamanan.
---
Synopsis : The non-violence action against FPI coincided with Valentine’s Day at Bundaran Hotel Indonesia on February 14th 2012, ended up with the attack of FPI towards the action mass. The violence action of FPI seemed to be neglected by the authority.
(MovieMento)

Dec 1, 2013

Lebih dekat ke Horizon: Cerita dari Orang-orang Biasa

Di Hari Hak Azasi Manusia ini, kami berupaya mengembalikan kuasa kepada orang kebanyakan. Melalui video karya orang-orang biasa dari berbagai latar belakang, yang menghadapi realita keseharian hidup, kami mempersembahkan suara-suara dari mereka yang selama ini tidak terdengar. Dalam Crossroads, pekerja-pekerja migran dari berbagai latar belakang dan kebangsaan berkumpul bersama menyampaikan cerita-cerita mereka menggunakan metafora-metafora dan simbol-simbol yang umum dan sederhana. Dalam Moviemento, anak-anak muda menggunakan video sebagai alat mempromosikan akuntabilitas. Sedangkan Papuan Voices, mempersembahkan video-video yang membuat kita menengok hambatan-hambatan sosial dan ekonomi yang menggelayuti pulau indah ini dan membuat kita melihat lebih dalam dari sekedar kekayaan mineral yang dikandungnya.

Pemutaran & Diskusi
10 Desember 2013 | Ruang Seminar |
15.00 – 18.00 WIB

Sutradara : Rikky 

Sutradara : Aldo & Mega

Sutradara : Aji

Sutradara : FX Making

Sutradara : Enrico Aditjondro

Sutradara : Flux Cup

Sutradara : Wenda Tokomonowir

Sutradara : FX Making,Yuliana Langowuyo

Sutradara : Muhammad Mundir

Sutradara : Karmadi

Sutradara : Muhammad Mundir


EngageMedia
EngageMedia menggunakan teknologi video, internet dan 'free and open source software' untuk merangsang perubahan sosial dan lingkungan. Kami percaya bahwa media independen dan teknologi gratis yang terbuka adalah dasar kuat untuk membangun pergerakan demi melawan ketidakadilan sosial, sekaligus menyediakan solusi serta pemikiran lebih jauh terhadap isu-isu tersebut.
This Human Rights Day, we are giving power back to the people. Through videos made by people on the ground who live the day to day reality in different circumstances, we present to you the voices of the unheard. In Crossroads, migrants workers from many background and nationalities gathered together to tell their stories using common metaphors and symbols. In Moviemento young people used video as a tool to connect with leaders in their community to promote accountability. In Papuan Voices, the videos presented will provide a peek into the social and economic obstacles enveloping this beautiful island, pieces that make you see more than the minerals in the island.





Screening & Discussion
December, 10th 2013 | Ruang Seminar |
15.00 – 18.00 WIB

Director : Rikky 

Director : Aldo & Mega

Director : Aji

Director : FX Making

Director : Enrico Aditjondro

Director : Flux Cup

Director : Wenda Tokomonowir

Director : FX Making,Yuliana Langowuyo

Director : Muhammad Mundir

Director : Karmadi

Director : Muhammad Mundir


EngageMedia is a non-profit media, technology and culture organization. We use the power of video, the internet and free software technologies to create social and environmental change. We believe independent media and free and open technologies are fundamental to building the movements needed to challenge social injustice and environmental damage, as well as to provide and present solutions.
 
Copyright © Forum Film Dokumenter 2013 FFD
Design by FBTemplates | BTT